Kabar  

Mencegah “Lacking Era” di Desa

Mencegah “Lacking Era” di Desa

Baru-baru ini saya diperlihatkan oleh kawan bahwa dia menemukan kutipan yang menggelitik dari world’s richest man Elon Musk yang mengatakan, “Lebih mudah untuk mendaratkan orang di Mars daripada mengubah sistem pendidikan kita.” Entah kalimat ini relevan atau tidak dengan kondisi sistem pendidikan di negara kita, namun yang saya pahami sampai hari ini kita belum melihat momentum kulminasi pemuda desa dalam mewujudkan kemajuan Indonesia, padahal program-program pembangunan yang khusus untuk desa terus digelontorkan pemerintah pusat dan daerah serta saling berlomba untuk memberikan perhatian penuh terhadap kemajuan dan transformasi desa.

Peranan penting pemuda desa dalam menggerakkan perubahan dan mendorong kemajuan di masyarakat sangat dibutuhkan. Mereka adalah tulang punggung yang mampu mengubah masa depan desa-desa “kita”. Namun, banyak pemuda desa yang terjebak dalam lingkaran keterbatasan dan tidak dapat memanfaatkan potensi sepenuhnya. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah refleksi mengenai arah yang diambil oleh pemuda desa, serta upaya yang harus dilakukan untuk mencapai perkembangan yang lebih baik.

Tantangan Berbeda

Pemuda desa sering menghadapi tantangan yang unik dan berbeda dibanding pemuda di perkotaan; mereka terjebak dalam siklus kemiskinan dan keterbelakangan yang mengharuskan mereka meninggalkan komunitas untuk mencari kehidupan yang lebih “layak” di kota besar atau bahkan di luar negeri.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh sosiolog pedesaan dari IPB Sofyan Sjaf bahwa ke depan, 50 persen populasi penduduk di negara-negara berkembang adalah penduduk yang tergolong pemuda dan 70 persennya diduga akan mengalami kemiskinan ekstrem yang tinggal di perdesaan. Agenda ini mengisyaratkan bahwa Indonesia akan mengalami keadaan di mana desa sebagai sumber kehidupan bangsa akan ditinggalkan oleh pemuda desa. Faktornya mungkin didasari dari urbanisasi pemuda, keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, lapangan kerja yang terbatas, perbedaan gaya hidup, tekanan ekonomi, dan kurangnya infrastruktur.

Fenomena “lacking technology” ini adalah desa-desa sering kehilangan pemuda yang berpotensi dalam konteks pembangunan lokal. Bahkan, keluarga dan komunitas di desa-desa juga kehilangan hubungan sosial dan keterikatan generasi muda dengan budaya dan tradisi lokal.

Akses yang Lebih Baik

Pemuda desa harus mendapatkan akses yang lebih baik ke pendidikan berkualitas dan pelatihan keterampilan yang relevan. Pendidikan yang baik akan memberi mereka pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas tentang dunia di sekitar mereka. Selain itu, pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan dapat membantu meningkatkan daya saing pemuda desa di pasar kerja. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, mereka dapat berkontribusi secara lebih efektif dalam pembangunan desa.

Pemuda desa perlu membangun kolaborasi dan jaringan dengan pemuda desa lainnya, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta. Kolaborasi yang kuat akan memungkinkan pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan pengalaman. Dengan bersatu, pemuda desa dapat memperkuat suara mereka dan mempengaruhi kebijakan pembangunan yang berpihak kepada mereka.

Terlibat Aktif

Salah satu langkah penting yang perlu diambil oleh pemuda desa adalah terlibat secara aktif dalam pembangunan lokal mereka. Mereka harus disadarkan bahwa mereka memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan di desa mereka. Melalui partisipasi dalam program-program pembangunan, pemuda desa dapat memperkuat kapasitas mereka, membangun jaringan sosial, dan mempelajari keterampilan baru yang dapat membantu mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Pemuda desa perlu mengadopsi sikap kewirausahaan dan inovatif guna mengatasi kendala-kendala yang mereka hadapi. Mereka harus menciptakan peluang baru dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Misalnya, pengembangan usaha kecil berbasis produk lokal, penggunaan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan pasar, atau peningkatan produksi pertanian dengan pendekatan yang lebih fashionable.

Inovasi dan kreativitas akan menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai kemajuan desa. Prinsipnya kita memahami bahwa pemuda desa memiliki potensi yang besar untuk mendorong kemajuan dan perubahan di desanya. Namun, untuk mencapai hal ini, mereka perlu terlibat secara aktif dalam pembangunan lokal, mengadopsi sikap kewirausahaan dan inovatif, memperoleh pendidikan dan pemberdayaan yang memadai, serta membangun kolaborasi dan jaringan yang kuat. Hanya dengan langkah-langkah ini, pemuda desa dapat menentukan arahnya sendiri menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Badar Muhammad pegiat Merdesa Cendekia Muda

Simak juga ‘Pengamat Kritik Perpanjangan Jabatan Kades: Rakyat Butuh Pupuk Murah’:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *