Kabar  

Ketua Komisi IV Usulkan Penganggaran Karang Taruna melalui Perbup Dana Desa – Pantura Put up

Ketua Komisi IV Usulkan Penganggaran Karang Taruna melalui Perbup Dana Desa – Pantura Put up

SLAWI – Dinas Sosial Kabupaten Tegal menggelar rapat koordinasi Karang Taruna tingkat kecamatan se-Kabupaten Tegal di Rumah makan Edna Slawi, Kamis (16/11/2023) pagi.

Acara ini juga dihadiri Ketua Komisi IV DPRD dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal sebagai pembicara.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Ahmad Jafar dalam paparannya mengatakan, Karang Taruna menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018 adalah Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Hal ini menjadikan Karang Taruna memiliki kedudukan yang cukup prestise, sehingga ketika bergabung dalam organisasi ini menjadi mantap.

“Karang Taruna sejajar dengan RT, RW, LPMD, PKK, dan Posyandu, sama kedudukannya, kalau berbicara tentang pembangunan, tentunya sangat strategis ketika Karang Taruna itu berdaya dan aktif,” kata Jafar.

Dari konsep pembangunan menurut Jafar, ini melalui proses, yakni musyawarah pembangunan desa (Musrenbangdes) atau musyawarah desa untuk penetapan APBDes, tentunya harus melibatkan unsur Karang Taruna karena sebagai lembaga desa.

“Maka dari itu Karang Taruna harus memiliki perencanaan program kerja untuk diusulkan dalam Musrenbangdes,” ujarnya.

Kalau berbicara keorganisasian, menurut Jafar, Karang Taruna adalah paling lengkap secara regulasi dibandingkan dengan organisasi lain, karena Karang Taruna sudah ada di setiap desa dan kemudian juga ada di dana desa.

Jafar juga berencana akan mengusulkan melalui Peraturan Bupati tentang alokasi Dana Desa tahun 2024 agar pemerintah desa dalam menganggarkan Dana Desa, salah satunya untuk Karang Taruna desa.

“Tetapi, kembali lagi, Karang Taruna harus berdaya, dalam arti dari sisi hirarki kepada pengawasan agar bisa berdaya dan sebagainya, Karang Taruna Kabupaten atau kecamatan bisa masuk untuk melakukan pembinaan,” ujar Jafar.

Senada, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Iwan Kurniawan juga menjelaskan bahwa Karang Taruna diatur oleh Permendagri 18 Tahun 2018, selain itu juga diatur dalam Permensos No 25 Tahun 2019.

“Kalau kita kembalikan marwahnya, Karang Taruna berada di desa. Artinya, bagaimana teman-teman di desa ini bisa mengoptimalkan warganya. Pengembangan utamanya adalah pemuda, sehingga segmentasinya dinaungi oleh beberapa kementerian, termasuk Pemuda Olahraga dan Pariwisata,” kata Iwan.

Tantangannya menurut Iwan, Karang Taruna mewakili kaum muda, jadi bagaimana anak muda sekarang bisa menjadi lebih produktif bisa menghasilkan berbagai macam produk.

“Kami sangat apresiasi selama ini peran Karang Taruna sudah sangat luar biasa, kegiatan yang sudah dilaksanakan baik itu dalam segmentasi kewirausahaan ataupun kepemudaan,” pungkasnya.

Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *