Kabar  

Ketua Karang Taruna Desa Banyuurip, Diduga Lakukan Aksi Premanisme

Ketua Karang Taruna Desa Banyuurip, Diduga Lakukan Aksi Premanisme

TUBAN || Bratapos.com – Sebuah mobil ambulans milik PT Pertamina EP Cepu, diduga dihadang dan dihentikan paksa oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai Ketua Karang Taruna Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Mereka meminta pekerjaan dan upeti dari perusahaan tersebut.

Menurut informasi dari masyarakat dan karyawan vendor PT Pertamina EP, aksi premanisme ini diduga dilakukan oleh BBG, WJY, dan SLK. Mereka adalah Ketua Karang Taruna dan oknum Kades Banyuurip yang sebelumnya diberitakan terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) sebesar Rp 35.000.000.

Awak media bratapos.com melakukan investigasi dan wawancara pada Kamis, (16/11/2023), dengan salah satu karyawan vendor PT Pertamina EP yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan bahwa penghadangan mobil ambulans terjadi pada hari Selasa, 14/11/2023, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, mobil ambulans sedang menuju lokasi tempat perbaikan pengeboran minyak di distrik 11 kawengan di jalan turut Desa Banyuurip.

“Menurut dugaan saya dan karyawan vendor lainnya, penghadangan mobil ambulans tersebut akibat emosi karena pemberitaan di beberapa media on-line dan cetak terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh Ketua Karang Taruna dan oknum Kades Banyuurip. Akibat sakit hati, mereka menghadang mobil ambulans dengan dalih meminta pekerjaan. Sehingga, mobil ambulans tertahan tidak bisa beraktivitas hingga kurang lebih 4 jam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa akibat penghadangan tersebut, PT Pertamina EP mengalami kerugian. Padahal, menurutnya, menghentikan mobil ambulans secara paksa sudah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 134 dan Pasal 135 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Terduga pelaku bisa dijerat dengan Pasal 331 ayat (1) dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000.

“Harapan kami sebagai masyarakat dan pekerja khususnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Tuban, Polda Jawa Timur, agar segera menindak secara tegas aksi premanisme terhadap oknum-oknum yang diduga melakukan pungli dan menghentikan secara paksa mobil ambulans PT Pertamina EP sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Agar supaya ada efek jera bagi terduga pelaku,” tutupnya.

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Desa Banyuurip SGY maupun Ketua Karang Taruna BBG belum bisa dimintai konfirmasi maupun klarifikasi. (bersambung Crimson)

Pewarta : Brendy

Editor/Writer : Yatno Widodo

Put up Views: 659

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *