Kabar  

Karang Taruna Bangka menerima bantuan 21 unit mesin pembuat pelet ikan

Karang Taruna Bangka menerima bantuan 21 unit mesin pembuat pelet ikan

Sungailiat, Babel (ANTARA) – Karang Taruna Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menerima bantuan 21 unit mesin pembuat pakan ikan atau pelet dari Dinas Sosial setempat.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bangka Ujang Suprianto di Sungailiat, Selasa, mengatakan bantuan mesin pembuat pakan ikan tersebut akan disalurkan ke karang taruna tingkat kelurahan/desa guna pemberdayaan masyarakat terutama generasi milenial, sehingga mampu mengelola dan mengembangkan usaha ekonomi produktif.

“Bantuan teknologi tepat guna tersebut menjadi solusi bagi pelaku usaha tambak ikan memperoleh pakan ikan dengan harga murah, karena memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia cukup banyak di sekitar kita,” kata dia.

Menurut Ujang, harga pelet pabrikan yang cukup mahal menjadi kendala terbesar bagi pelaku usaha budi daya ikan air tawar skala rumahan.

“Mesin pembuat pakan ikan yang kami beri nama ‘Machine Pakan Ikan Karang Taruna’ (Cikar) mempunyai kemampuan produksi 100 kilogram per hari. Quantity produksi tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelaku usaha tambak ikan yang lain,” jelas dia.

Anggota karang taruna di kelurahan/desa yang dipercaya mengoperasionalkan mesin itu sebelumnya sudah mendapat pembekalan dan pelatihan dasar budi daya dan teknologi pakan ikan yang dilatih di pusat budi daya Instructing Farm Aquatic Karang Taruna Eco Backyard.

Saat penyerahan bantuan mesin pembuat pakan ikan oleh Bupati Bangka Mulkan, kata Ujang, juga diluncurkan hasil olahan mesin Cikar dalam bentuk probiotik air dan probiotik pakan serta pakan ikan (pikan) yang diperlukan untuk menambah kualitas hasil produksi ikan budi daya yang benar-benar maksimal.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Bangka yang memberikan ruang bagi karang taruna, sehingga mampu berkreasi dan berinovasi guna kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Menurutnya, pihaknya akan segera mendaftarkan Cikar ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Bangka Belitung agar mendapatkan hak atas intelektual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *