Kabar  

InfoPublik – Karang Taruna Putra Mulia Margomulyo Adakan Gropyok Sampah di Buk Kuning

InfoPublik – Karang Taruna Putra Mulia Margomulyo Adakan Gropyok Sampah di Buk Kuning

Sleman, InfoPublik – Karang Taruna Putra Mulia Kalurahan Margomulyo mengadakan kegiatan gropyok sampah di Buk Kuning, kawasan jembatan di Padukuhan Ngemplaksari yang  menjadi tempat pembuangan sampah liar dari masyarakat yang melalui kawasan tersebut.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (10/9/2023) dan diikuti oleh 15 pengurus Karang Taruna. Hadir juga pada kegiatan tersebut Lurah Margomulyo, Ketua LPMKal, dan beberapa Dukuh.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi Karang Taruna dalam menyelamatkan lingkungan sehubungan dengan pembuangan sampah liar yang dilakukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut dipicu dengan ditutupnya TPA Piyungan yang berdampak pada timbulan sampah rumah tangga yang tidak terangkut di TPA.

Buk Kuning sendiri sudah beberapa bulan terakhir menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kawasan ini merupakan jalur alternatif yang padat lalu lintas dan relatif jauh dari rumah penduduk sehingga menjadi tempat yang strategis untuk pembuangan sampah liar.

“Dua papan pengumuman larangan membuang sampah di kawasan tersebut seolah tidak berarti. Menyadarkan masyarakat untuk hidup tertib memang memerlukan usaha yang tidak ringan. Perubahan pola pikir, perubahan perilaku tidak secara instan terjadi di masyarakat,” ujar Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo.

Menurut Eko, semua pihak harus terlibat dalam penanganan sampah ini. Dari mulai Lurah, pamong Kalurahan, Lembaga, tokoh masyarakat dan aparat terkait.

Pada kesempatan itu, Eko juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota Karang Taruna yang telah berbuat nyata ikut membantu membersihkan lingkungan dengan kegiatan gropyok sampah yang pada saat ini dilakukan di kawasan sungai Buk Kuning.

“Menurut rencana, kegiatan yang belum selesai ini akan dilanjutkan dengan menimbun sampah yang didominasi sampah pampers itu dengan urugan tanah limbah dari kegiatan pembangunan jalan TOL dan kemudian ditutup dengan dinding bambu  dengan harapan  orang akan kesulitan dalam membuang sampah liarnya,” jelas Eko.

Eko berjanji akan memfasilitasi lagi bila Karang Taruna akan mengadakan kegiatan serupa dilain waktu.

Sementara itu, Sutarto Agus, Ketua LPMKal sekaligus praktisi lingkungan menyampaikan kepada Karang Taruna untuk lebih meningkatkan koordinasinya sehingga banyak stake holder yang terlibat.

Disamping itu, Sutarto juga mengimbau untuk pemakaian APD yang standar. Masker, kaos tangan dan sepatu boot masih banyak yang belum memakainya. Namun dengan aksi yang dilakukan oleh Karang Taruna ini, Sutarto memberi apresiasi yang tinggi dan bisa dijadikan contoh positif ditempat lain.

Kegiatan gropyok sampah tersebut rencananya akan diviralkan dengan penayangan videonya, dengan harapan siapapun yang melihat akan terinspirasi dengan berbuat serupa untuk membantu pemerintah menanggulangi masalah sampah.

Ini juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah,  utamanya di wilayah DIY yang mengalami darurat sampah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan/toeb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *