Kabar  

CEO Kabarpas Ajak Mahasiswa Uniwara hingga Pengurus Karang Taruna Tangkal Berita Hoaks

CEO Kabarpas Ajak Mahasiswa Uniwara hingga Pengurus Karang Taruna Tangkal Berita Hoaks

Pasuruan, Kabarpas.com – Mahasiswa KKN Uniwara berkolaborasi dengan Media Kabarpas.com menyelenggarakan Seminar Edukasi Masyarakat dalam menyikapi berita Hoaks di Period Digital. Acara yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Petamanan, Kota Pasuruan ini dihadiri oleh Lurah setempat, Nina Retnowulandari serta puluhan remaja hingga pengurus Karang Taruna.

“Peran pemuda dan masyarakat sangat penting dalam menangkal berita hoaks. Untuk itu, para remaja dan masyarakat harus didukung dengan pendidikan literasi media,” ujar CEO Kabarpas.com, Shohibul Hujjah saat menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut.

Pendidikan literasi media yang dimaksud oleh CEO Kabarpas.com yaitu meliputi pengenalan terhadap berita hoaks, bagaimana mengidentifikasinya, serta pentingnya memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi.

“Dengan peran aktif pemuda dan masyarakat dalam menghadapi berita hoaks, kiranya dapat menciptakan lingkungan informasi yang lebih cerdas dan akurat,” terang pria yang beberapa waktu lalu dilantik sebagai pengurus Komite Komunikasi Digital (KKD) Kominfo Kota Pasuruan komisi information dan verifikasi tersebut.

Menurut Shohib, maraknya berita hoaks disebabkan oleh penyebaran informasi yang begitu cepat melalui media sosial dan web. Dan berita hoaks sering kali menarik perhatian karena sifatnya yang sensasional dan kontroversial.

“Banyak modus yang dilakukan para oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebar berita palsu diantaranya agar menyesatkan masyarakat, menciptakan kebingungan, merusak reputasi, hingga memengaruhi opini publik,” terang pria yang saat ini aktif sebagai Ketua LTN PCNU Kota Pasuruan tersebut.

Sementara, Muhammad Rizky selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini harapanya para masyarakat terutama Pemuda di Kelurahan Petamanan akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana mengidentifikasi, mengantisipasi, dan menghindari berita palsu.

“Sehingga mereka dapat membedakan antara informasi yang sah dan tidak sah, serta mengambil langkah-langkah yang lebih bijaksana dalam menyebarkan atau mempercayai berita. Dengan pengetahuan baru ini, masyarakat dan pemuda juga dapat berperan aktif dalam membantu orang lain untuk menjadi lebih sadar tentang bahaya berita hoaks dan meningkatkan literasi media di lingkungan mereka tinggal,” pungkasnya. (ion/gus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *