Kabar  

Cekcok dan Pukul Warganya, Kades Nitikan di Lurug Puluhan Pemuda Karang Taruna | Lensa Magetan

Cekcok dan Pukul Warganya, Kades Nitikan di Lurug Puluhan Pemuda Karang Taruna | Lensa Magetan
Puluhan Pemuda Karang Taruna saat mendatangi Kantor Desa Nitikan.(Lensamagetan.com/Foto : Daniel)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Buntut cekcok yang berujung memukul salah satu pemuda di desanya, Kepala Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan di lurug puluhan pemuda Karang Taruna, Senin (14/8/2023) malam.

Puluhan pemuda yang mengendarai sepeda motor ini, mendatangi kantor desa dan meminta pertanggungjawaban Kades, atas peristiwa yang sudah terjadi tersebut.

Kejadian bermula saat pemuda Karang Taruna Dusun Nitikan Barat yang ingin menyelenggarakan lomba bola voli dalam rangka HUT RI yang ke-78 bertempat di pertigaan sebelah pasar desa yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya dan sudah atas sepengetahuan Kepala Desa.

Ironisnya, saat panitia lomba ingin menata lokasi perlombaan, tiba-tiba Kepala Desa datang dan langsung marah-marah pada salah satu panitia yang saat itu tengah melakukan persiapan.

“Tadi pas saya ingin mencoba lapangan, tiba-tiba pak kades ini datang dan langsung marah dan sempat memukul saya. Dia pikir acara ini akan menutup jalan karena kan juga ada pengajian di Masjid belakang pasar malam ini,” kata Rido, salah satu panitia sekaligus yang menjadi korban pemukulan Kepala Desa Supriyanto, Senin (14/8/2023).

Kejadian tersebut juga dibenarkan oleh, Nuryanto yang menjadi saksi mata saat kejadian tersebut.

“Benar, tadi mas rido ini sempat dipukul sama pak kepala desa karena katanya dia mendapatkan laporan jika teman-teman Karang Taruna yang mengadakan lomba bola voli ini akan menutup jalan akses menuju masjid,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nitikan Supriyanto saat dikonfirmasi lensamagetan.com di kantornya, membenarkan terjadinya percekcokan dengan salah satu warganya itu.

Menurut Supriyanto, adanya lomba bola voli itu bersamaan dengan acara pengajian, dan menutup jalan ke Masjid tempat pengajian itu.

“Kemarin itu saya ditelpon oleh BKM, bahwa mereka ingin mengadakan acara Haul. Kan tempatnya itu ada dibelakang tempat voli itu. Dan itu merupakan satu-satunya akses jalan masuk,” ujarnya.

Kemudian Supriyanto menyarankan untuk acara lomba bola voli untuk di tunda dulu karena bersamaan ada acara Haul di masjid.

“Tapi dia itu tetep bersikukuh (para pemuda. pink) untuk mengadakan lomba bola voli itu hingga terjadi percekcokan,”terangnya.

Menutup konfirmasi media ini, Kades Supriyanto menyampaikan permasalahan dengan warganya ini sudah di selesai dengan cara musyawarah di balai desa. Pun, pihak desa juga mengabulkan beberapa tuntutan para pemuda Karang Taruna tersebut.

“Semalam selesai acara lomba voli, yang bersangkutan dan teman-teman karang taruna kita undang ke balai desa. Semua sudah selesai, kita sudah membuat berita acara dan surat pernyataan,”imbuhnya.(niel/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *