Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto

SUKABUMI – Persoalan kenalakan remaja di Kota Sukabumi merupakan PR bersama untuk terus diminimalisir. Di mana, masa remaja, merupakan pencarian jati diri untuk mengaktulisasikan keinginannya.

Namun demikian, tidak sedikit aktualisasi tersebut berdampak negatif. Sehingga, diperlukan kolaborasi dan sinergitas antar pemerintah dengan semua elemen masyarakat untuk mengarahkan ke arah yang positif.

“Ini semua tanggung jawab bersama. Memang kenakalan remaja sudah ada dari zaman dulu, tetapi seiring berkembangnya zaman, kenakalan remaja terus mengalami perubahan yang sudah jauh dari sebuah kewajaran. Untuk itu, saya selaku ketua Ketua Karang Taruna (Karta) Kota Sukabumi berharap agar pemerintah serius mengatasi persoalan ini,” ujar Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto kepada Radar Sukabumi, Kamis (2/11).

Menurut Raden, pencarian jadi diri di kalangan remaja ini harus diarahkan kepada hal-hal yang lebih positif, misalnya memperbanyak sarana olahraga, meningkatkan edukasi vokasional, khusunya terkait minat dan bakat dari remaja tersebut.

“Dengan disibukannya remaja dengan hal-hal positif, tentunya akan terhindar dari kegiatan negatif atau kriminalitas. Berikan mereka wadah untuk berkreasi dan prestasi,” tambahnya.

Raden mengaku, pihaknya selalu melakukan kunjungan ke wilayah, untuk mengingatkan pentingnya keberadaan remaja atau pemuda dalam menyongsong generasi kedepannya. Sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang akan merusak masa depannya. “Pencegahan lebih baik dari pada mengobati,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah yang merupakan pemangku kebijakan, agar memberikan ruang lebih bagi para remaja untuk berkreasi. Apalagi, Kota Sukabumi merupakan kota yang memiliki potensi anak muda yang kreatif.

“Semoga kedepannya, remaja atau pemuda di Kota Sukabumi menjadi generasi emas yang akan menyongsong masa depan lebih baik lagi,” pungkasnya. (why)